BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dewasa ini, Indonesia
menghadapi masalah yang serius berkaitan dengan usaha penyediaan bahan pangan
pokok. Ketergantungan masyarakat yang besar terhadap beras mengakibatkan
permintaan beras meningkat. Dipihak lain, sektor pertanian nasional belum cukup
kuat untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Akibatnya, terjadi
peningkatan impor beras dari waktu ke waktu. Untuk mengatasi masalah
tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan keanekaragaman pangan yang mencakup
keanekaragaman pola menu dan keanekaragaman sumber bahan pangan.
Jagung merupakan bahan
pangan alternatif untuk dikembangkan sebagai penyokong kebijakan keanekaragaman
pangan terutama dilihat dari kedudukanya sebagai sumber utama karbohidrat dan
protein setelah beras. Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dan permintaan
kebutuhan industri dan pakan turut mendorong perkembangannya. Investasi
industri pengolahan jagung memiliki prospek yang cukup baik karena banyak
sekali pohon industri yang bisa dihasilkan dari tanaman jagung. Banyak produk
pangan maupun non pangan yang berbahan baku jagung, seperti tepung jagung,
maizena, minyak jagung, sirup jagung, etanol dan berbagai makanan ringan (snack).
Besarnya minat
masyarakat akan jagung, menjadikan potensi bisnis olahan jagung cukup menjanjikan. Karena itu kami
memilih untuk mengembangkan Unique Corn, sebuah produk olahan
jagung berupa makanan ringan. Selain mempertimbangkan kemudahan dalam
pengolahan, dengan berbagai inovasi yang dilakukan dibandingkan produk jagung
lainnya, Unique Corn berpotensi untuk dikembangan di wilayah
sekitar Kampus. Hal ini didukung pula oleh luasnya segmentasi pasar yang
dicakup oleh produk jajanan ini.
1.2. Tujuan
Adapun tujuan dari
dibuatnya rencana usaha ini adalah:
1. Untuk memberikan gambaran usaha,
sehingga bisa mempersiapkan permodalan awal dengan tepat.
2. Untuk pengarahan sehingga mampu
mengaplikasikan rencana usaha dengan baik.
3. Sebagai pertinggal yang bisa
diaplikasikan oleh calon pengusaha lain yang ingin mengolah produk dari jagung.
1.3. Metode
Metode yang dilakukan dalam penyusunan
Rencana Usaha ini adalah dengan cara studi literatur, baik itu manual
maupun online.
1.4. Sistematika
Adapun sistematika penulisan Rencana
Usaha ini adalah sebagai berikut :
RINGKASAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan
1.3. Metode Pengumpulan Data
1.4. Sistematika Penulisan
BAB II ASPEK PEMASARAN
2.1.
Segmenting, Targeting dan Positioning
2.2.
Bauran Pemasaran
BAB III ASPEK PRODUKSI
3.1.
Spesifikasi Produk
3.2.
Penentuan Kapasitas dan Rencana Produksi
3.3.
Proses Produksi
3.4.
Bangunan, Mesin, Peralatan
3.5.
Kebutuhan Bahan Baku, Bahan Pembantu dan Bahan Pendukung Lainnya
3.6.
Kebutuhan Tenaga Kerja
3.7.
Penentuan Lokasi dan Tata Letak Usaha
BAB IV ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA DAN
ORGANISASI
4.1.
Rencana Bentuk Usaha dan Struktur Organisasi
4.2.
Pengurusan Perijinan
BAB V ASPEK KEUANGAN DAN
KELAYAKAN USAHA
5.1.
Permodalan
5.2.
Analisis Proyeksi Keuangan
5.2.1.
Proyeksi Arus Kas
5.2.2.
Proyeksi Rugi Laba
5.3.
Analisis Titik Impas
5.4. Analisis
Kelayakan Usaha
BAB VI ANALISIS SWOT DAN KESIMPULAN
6.1.
Analisis SWOT
6.2.
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB II
ASPEK PEMASARAN
2.1. Segmentasi, Targeting, Positioning
a. Daerah Pemasaran (Market Segmenting)
Unique Corn mempunyai skala pemasaran sampai seluruh wilayah Jakarta
Selatan, dan nantinya akan diperluas sampai ke seluruh daerah Di Jakarta.
b. Pasar Sasaran (Market Targeting)
Menu Unique Corn ini tidak hanya ditujukan untuk orang dewasa namun juga
tersedia menu Unique Corn untuk anak-anak, dan remaja, sehingga sasaran
pemasaran dari Unique Corn ini cukup luas.
c. Positioning
Unique Corn merupakan makanan cemilan sehat dan terjangkau di berbagai
kalangan karena disajikan dengan kemasan khusus dan tanpa menggunakan bahan
pengawet yang dapat membahayakan bagi kesehatan tubuh.
2.2. Maketing Mix
1. Product ( Produk
)
Produk unique Corn yang di produksi
merupakan produk berbahan baku jagung manis yang di rebus dan di sajikan secara
hangat, produk yang dihasilkan tanpa menggunakan bahan pengawet maupun penyedap
rasa, sehingga kandungan gizi dalam jagung tersebut tetap terjaga. Kemasan yang
di gunakan berbahan alumunium foil berukuran 100 gram per
kemasan yang bermerek “UNIQUECORN”.
2. Price ( Harga )
Harga satuan dari UniqueCorn bervariasi
antara Rp. 3000 s/d Rp. 5000 sesuai dengan rasa yang di inginkan oleh konsumen.
3. Promotion ( Promosi )
Promosi dilakukan dari mulut ke mulut,
pemanfaatan Sosial media, pembuatan website, penyebaran brosur produk dan
memasang spanduk di depan tempat usaha.
4. Place ( Lokasi )
Lokasi yang akan kami pilih adalah di
sekitar wilayah kampus dan menjadikan mahasiswa sebagai sasaran utama
dikarenakan adanya sifat konsumtif mahasiswa terhadap jajanan ringan yang
mengenyangkan, terlebih uniqueCorn yang kami produksi mempunyai nilai gizi yang
tinggi.
BAB III
ASPEK PRODUKSI
3.1.
Spesifikasi Produk
Produk yang dibuat oleh CV. Uniquecorn
ialah produk jagung manis aneka rasa yang dikemas dalam cup. Uniquecorn
merupakan salah satu jajanan yang bergizi, enak dan memiliki banyak rasa sesuai
keinginan konsumen. Bahan dasar uniquecorn ialah jagung manis pretel yang dikukus.
Topping yang digunakan sebagai tambahan rasa ialah rasa manis (meisses), asin
(BBQ), pedas (balado), keju, selai durian, saus strawberry, saus blueberry dan
masih banyak variasi rasa lainnya. Sebagai bahan pelengkap, jagung manis ini
menggunakan mentega untuk menambah cita rasa gurih pada jagung manis.
Uniquecorn memiliki manfaat sebagai jajanan sehat yang memiliki banyak varian
rasa. Uniquecorn merupakan jajanan yang cukup mengenyangkan dan juga bergizi,
karena bahan dasar jagung manis yang digunakan serta topping yang sangat
beragam.
Uniquecorn dikemas dalam cup dengan
ukuran sedang (50 mL), dengan spesifikasi sebagai berikut :
Keterangan :
a) Tinggi keseluruhan : 8 cm
b) Tinggi
gelas
: 6 cm
c) Tinggi
penutup : 2 cm
d) Lebar alas
gelas : 4 cm
e) Lebar atas
gelas : 5 cm
f) Lebar
penutup : 5
cm
g) Berat
: Cup 50 ml
3.2. Penentuan Kapasitas dan Rencana Produksi
Uniquecorn memiliki kapasitas produksi
600 cup per bulan dengan rincian 5 hari kerja per minggu dengan kapasitas 30
cup per harinya. Untuk perencanaan strategis, proyeksi kapasitas dilakukan
dalam jangka minimal 3 tahun ke depan, sesuai dengan rencana produksinya.
|
Tahun
|
Rencana Produksi (dalam unit)
|
|
1
|
7200 cup 30
cup per hari
|
|
2
|
12000
cup 50 cup per hari
|
|
3
|
24000
cup 100 cup per hari
|
3.3. Proses Produksi
Pembuatan uniquecorn relative mudah,
yang perlu dipersiapkan ialah jagung manis yang sebelumnya dicuci dan dipreteli dari
bonggolnya. Selanjutnya jagung dikukus selama 15 menit sampai empuk. Setelahnya
jagung sudah bisa disajikan dengan topping yang diinginkan. Jagung bisa selalu
ada dalam kondisi hangat karena selama penyajian jagung masih berada dalam
kukusan. Untuk penyajian bagi konsumen : konsumen yang memesan uniquecorn akan
diberikan satu cup jagung manis kukus yang sudah diberi margarine sebagai
penambah rasa. Untuk pelengkap rasa, konsumen bisa memesan topping yang
diinginkan sesuai selera.
3.4. Bangunan, Mesin,
Peralatan
Bangunan sebaagi tempat produksi masih
menggunakan rumah pemilik yang berada di Jl. Nurul Iman No. 9 Cipedak,
Jagakarsa, Jakarta Selatan. Untuk mesin dan peralatan produksi dapat dilihat di
bawah ini :
|
Nama mesin /peralatan
|
Jumlah unit
|
|
1. Kompor + tabung
|
1 unit
|
|
2. Kukusan
|
1 unit
|
|
3. Baskom + centong
|
2 unit
|
|
4. Peralatan lain
|
1 Unit
|
3.5. Kebutuhan Bahan Baku, Bahan Pembantu dan Bahan Pendukung
Berikut merupakan kebutuhan bahan baku,
bahan pembantu dan bahan pendukung yang diperlukan CV. Uniquecorn untuk masa
produksi satu bulan :
|
Nama bahan baku
|
Jumlah unit
|
|
1. Jagung
|
300 bonggol
|
|
2. Gas
|
1 unit
|
|
3. Air
|
1 galon
|
|
4. Margarine/mentega
|
20 bungkus
|
|
5. Susu cair
|
5 kaleng
|
|
6. Bumbu (balado, BBQ, sapi panggang)
|
6 bungkus
|
|
7. Selai ( strawberry, blueberry, duren, dll)
|
5 bungkus
|
|
8. Meisses
|
10 bungkus
|
|
9. Keju
|
5 bungkus
|
3.6. Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang digunakan oleh CV.
Uniquecorn pada tahun pertama ialah 5 orang yang terdiri dari pemilik usaha.
Dengan pembagian kerja structural sebagai Direktur, Manajer Produksi, Manajer
Pemasaran, Manajer Keuangan, dan Manajer SDM. Sedangkan untuk pembagian kerja
fungsional akan dikerjakan secara bersama-sama.
3.7. Penentuan Lokasi dan Tata Letak Usaha
Lokasi tempat uniquecorn ini dijual
ialah di sebuah outlet yang terletak di Depan Kampus Akademi Pimpinan
Perusahaan Jakarta, Jl. Timbul Cipedak, Jagakarsa. Outlet uniquecorn
didesain seunik dan semenarik mungkin dengan ukuran tidak begitu luas agar
tidak memakan banyak tempat.
BAB IV
ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA DAN ORGANISASI
4.1. Rencana Bentuk Usaha dan Struktur Organisasi
SDM merupakan kunci inti dari
keberlangsungan suatu kegiatan ataupun usaha. Tanpa adanya SDM maka suatu
kegiatan ataupun usaha pastilah tidak akan mungkin ada, karena SDM dapat
berfungsi sebagai perencana, pelaku, pengawas usaha dsb. Untuk itu CV
UniqueCorn melakukan perencanaan SDM guna menjalankan usahanya yang terdiri
dari seorang direktur atau pemimpin dan empat orang manager yang terdiri atas
Manager Produksi, SDM, Keuangan dan Pemasaran. SDM yang ada diharapkan
merupakan tenaga kerja yang memiliki semangat serta motivasi dalam bekerja
untuk mengembangkan dan menjadikan CV ini dapat berdaya saing tinggi.
Untuk itu uraian mengenai tenaga kerja
yang dibutuhkan CV Unique Corn seperti di bawah ini :
|
Jabatan
|
Tingkat Pendidikan
|
Usia
|
Jenis Kelamin
|
Keterampilan Khusus
|
|
Direktur
|
DIII
|
Minimal 20 tahun
|
Pria/ Wanita
|
Bertanggung jawab dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dan pengambil
keputusan yang tepat
|
|
Manager produksi
|
DIII
|
Minimal 20 tahun
|
Pria/ Wanita
|
Mengetahui dengan pasti proses produksi yang dalam hal ini adaah proses
produksi jagung dengan brand Unique Corn dan bertanggung jawab atas tugasnya.
|
|
Manager SDM
|
DIII
|
Minimal 20 tahun
|
Pria/ Wanita
|
Komunikatif serta memiliki kemampuan dalam mengelola masalah mengenai SDM
|
|
Manager Keuangan
|
DIII
|
Minimal 20 tahun
|
Pria/ Wanita
|
Mampu melakukan pencatatan keuangan dengan baik dan bertanggung jawab
|
|
Manager Pemasaran
|
DIII
|
Minimal 20 tahun
|
Pria/ Wanita
|
Komunikatif, supel serta memiliki motivasi kerja yang tinggi
|
Bentuk Usaha
Unique Corn merupakan salah satu nama
usaha yang sekaligus dijadikan nama produk yang memanfaatkan Jagung sebagai
bahan utama. Pemanfaatan jagung disini dikarenakan banyak masyarakat mulai dari
kalangan bawah sampai atas yang menyukai berbagai olahan dari jagung ini dengan
maanfaat yang sangat baik bagi tubuh manusia. Untuk itulah kami menjadikan
olahan jagung ini yang berpusat pada olahan jagung kukus dengan berbagai varian
rasa.
Untuk lebih meningkatkan dan
mengembangkan usaha dikedepannya sehingga olahan jagung ini dapat bersaing
dengan olahan makanan lainnya, kami menjadikan usaha ini dalam betuk CV.
Pemilihan bentuk usaha CV disini dibandingkan dengan bentuk usaha lainnya
seperti PT ataupun lainnya didasarkan atas :
Mudah proses pendiriannya.
Kebutuhan akan modal dapat lebih dipenuhi.
Persekutuan komanditer cenderung lebih mudah memperoleh kredit.
Dari segi kepemimpinan, persekutuan komanditer relatif lebih baik.
Sebagai tempat untuk menanamkan modal,
persekutuan komanditer cenderung lebih baik, karena bagi sekutu diam akan lebih
mudah untuk menginvestasikan maupun mencairkan kembali modalnya.
Struktur Organisasi
Keterangan mengenai tugas :
Direktur : mampu mengatur atau memimpin dan mengawasi serta menjadi contoh
bagi tenaga kerjanya.
Manager Produksi : melakukan kegiatan produksi dari CV Unique Corn.
Manager SDM : mengurusi masalah ketenaga kerjaan dalam CV Unique Corn.
Manager Keuangan : bertugas mencatat baik pendapatan maupun pengeluaran
serta kegiatan ekonomi lainnya dari CV Unique Corn.
Manager Pemasaran : bertugas mengurus pemasaran dan memilih strategi pemasaran
yang tepat untuk memperkenalkan produk dari CV Unique Corn dan proses
pengembangan usahanya serta hal-hal yang berkaitan dengan pemasaran lainnya.
4.2. Pengurusan Perizinan
Dalam menjalankan usahanya baik itu
usaha kecil maupun besar perizinan merupakan hl yang harus dipenuhi guna untuk
memperlancar usahanya. Begitu juga CV Unique Corn yang melakukan kegiatan
usahanya dibidang kuliner yakni olahan jagung, menggunakan salah satu jenis
perizinan berupa SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan). SIUP adalah Izin Usaha
yang dikeluarkan Instansi Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kota/Wilayah sesuai domisili perusahaan yang digunakan untuk
menjalankan kegiatan usaha dibidang Perdagangan Barang/Jasa di Indonesia sesuai
dengan KLUI (Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia).
Fungi dari pembuatan SIUP yaitu :
Sebagai lisensi/ izin
usaha untuk melakukan kegiatan usaha perdagangan (legalitas usahanya).
Sebagai alat untuk melakukan pembinaan dan pengendalian dunia usaha.
Dengan mempunyai SIUP, perdagangan ekspor impor akan lebih lancar.
SIUP adalah salah satu
syarat yang harus dipenuhi dalam kegiatan lelang yang diselenggarakan oleh
pemerintah.
BAB V
ASPEK KEUANGAN DAN KELAYAKAN USAHA
5.1. Jumlah dan Struktur Permodalan
Kebutuhan modal kerja pada CV.Uniquecorn
meliputi biaya investasi dan kebutuhan modal kerja. Perincian kebutuhan moda
kerja CV. Uniquecorn dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 5.1. Kebutuhan Biaya Investasi dan
Modal Kerja
|
Keterangan
|
Biaya (Rp)
|
Keterangan
|
Biaya (Rp)
|
|
1. Investasi
|
900.000
|
1. Modal Sendiri
|
4.848.000
|
|
2. Modal Kerja
|
3.948.000
|
||
|
Total
|
4.848.000
|
Total
|
4.848.000
|
Untuk data selengkapnya dapat dilihat
pada perincian kebutuhan modal kerja CV. Uniquecorn di bawah ini:
Kebutuhan Modal Kerja
CV. Uniquecorn
Tahun 2015 Gaji pegawai naik menjadi Rp.250.000/bln dari Rp100.000/bln di
tahun 2014 dan 2015. Tahun 2017 Gaji Pegawai naik menjadi Rp500.000/bln dan
tahun 2018 Rp1.000.000/bln.
Di bawah ini dijelaskan mengenai biaya produksi mulai tahun 2015
Untuk tahun 2016 biaya produksi naik 2
kali lipat sesuai dengan proyeksi penjualan, dan begitu juga tahun 2017.
5.2. Analisis Proyeksi
Keuangan
Dalam penyusunan analisis proyeksi
keuangan terdiri atas 2 (dua) daftar keuangan, yaitu proyeksi laba rugi,
proyeksi arus kas dan proyeksi neraca, yang berguna mengevaluasi kemampuan
proyek untuk memenuhi kewajiban finansial dan mendatangkan keuntungan.
5.2.1. Proyeksi Laba Rugi
Laba rugi merupakan perhitungan laporan
hasil operasi perusahaan dalam suatu periode. Perhitungan peningkatan laba/rugi
CV. Uniquecorn menggunakan beberapa asumsi sebagai berikut :
a. Rencana produksi mengalami peningkatan dari 1.200 (2 bulan produksi di
tahun 2013), 7.200 di tahun 2014, 12.000 tahun 2015, 24.000 di tahun 2016 dan
48.000 di tahun 2017 sesuai proyeksi permintaan dalam program pengembangan
pemasaran ke daerah lain.
b. Biaya usaha setiap tahun mengalami peningkatan 5% sesuai pertumbuhan
ekonomi kecualigaji pegawai, penyusutan dan amortisasi sesuai dengan kebijakan
perusahaan.
c. Penyusutan aktiva tetap dan amortisasi aktiva tak berwujud menggunakan
metode garis lurus. Perhitungan penyusutan dan amortisasi pada CV
Berikut hasil proyeksi laba rugi yang diperoleh
CV. Uniquecorn setiap tahun dapat dilihat pada tabel berikut :
Proyeksi Laba/ Rugi yang diperoleh CV.
Uniquecorn
|
Tahun
|
Laba/Rugi Bersih CV. Uniquecorn (Rp)
|
|
2013
|
624.600
|
|
2014
|
4.458.600
|
|
2015
|
1.718.846
|
|
2016
|
4.549.461
|
|
2017
|
10.259.171
|
5.2.2. Proyeksi Arus Kas
Arus kas merupakan laporan yang
memberikan informasi tentang mutasi atau perubahan dari kas selama periode
tertentu dengan menunjukkan sumber pemasukan kas dan pengeluaran kas. Proyeksi
arus kas periode pra operasi berasal dari modal sendiri, kredit dan biaya
investasi. Perincian proyeksi arus kas CV.
5.3. Analisis Titik Impas
Titik impas atau Break Event
Point (BEP) atau sering disebut juga titik pulang pokok adalah suatu
keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya
pengeluaran yang dilakukan oleh industri, sehingga pada keadaan tersebut
industri tersebut tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian
pada tahun pertama menjalankan usaha. Perhitungan Break Event Point (BEP)
CV,Dari hasil perhitungan BEP di atas berarti usaha CV.
Uniquecorn akan mencapai titik impas atau titik pulang pokok apabila hasil
penjualan mencapai di tahun pertama menjalankan usaha dan tahun ke 2. Atau
hasil BEP dalam jumlah persentase, yaitu sebesar 17,002% berarti CV.
Uniquecorn akan mengalami titik impas pada saat penjualan
mencapai 17,002% dari hasil penjualan pada tahun pertama dan
tahun ke dua.
5.4. Analisis Kelayakan Usaha
Analisis kelayakan usaha atau disebut
juga feasibility study adalah kegiatan untuk menilai sejauh
mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha.
Hasil analisis ini digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil
keputusan menerima atau menolak suatu rencana usaha.
Net Present Value (NPV)
NPV merupakan manfaat yang diperoleh
proyek dalam jangka waktu analisis yang ditarik pada nilai uang saat ini. Jika
nilai NPV lebih dari nol (NPV > 0), maka proyek yang bersangkutan layak
untuk dijalankan. Sebaliknya, jika nilai NPV lebih kecil 0 (NPV<0) maka
proyek tidak layak untuk dijalankan’
Dari perhitungan nilai NPV lebih besar dari 0, yaitu sebesar
Rp.14.718.466,- sehingga usaha CV. Uniquecorn ini dapat dikatakan layak untuk
dijalankan.
Pay Back Period (PBP)
PBP adalah perhitungan jangka waktu
pengembalian nilai investasi suatu usaha. Perhitungan PBP pada usaha CV.
Uniquecorn sebagai berikut :
|
Modal Investasi
|
=
|
Rp. 900.000
|
|
Proceed tahun 1 (2 bulan)
|
=
|
Rp. 624.600
|
|
Sisa Modal Investasi
|
=
|
Rp. 275.400
|
|
Proceed tahun 2
|
=
|
Rp. 4.458.600
|
|
PBP tahun 2
|
=
|
|
|
=
|
|
|
|
=
|
|
|
|
PBP seluruhnya
|
=
|
2 bulan 14 hari
|
Dari perhitungan di atas dapat diketahui
PBP dari usaha CV. Uniquecorn ini dapat mengembalikan modal investasi
membutukan jangka waktu selama 2 bulan 14 hari.
BAB VI
ANALISA SWOT DAN KESIMPULAN
6.1. Analisa SWOT
6.1.1. Strength (Kekuatan)
a. Unique Corn adalah
makanan yang bergizi, karena terbuat dari jagung yang merupakan salah satu
bahan pangan alternatif selain beras.
b. Dibandingkan dengan produk jagung
sejenis, Unique Corn memiliki inovasi dari segi rasa yang
lebih bervariasi.
c. Harga Unique
Corn cukup terjangkau bagi target pasarnya.
6.1.2. Weakness (Kekurangan)
a. Unique Corn tidak
memiliki daya tahan yang lama.
b. Jumlah ketersediaan bahan baku yang
tidak menentu.
6.1.3. Opportunity (Kesempatan)
a. Kompetitor produk Unique Corn disekitar wilayah
pemasaran masih sedikit.
6.1.4. Threat (Ancaman)
a. Munculnya pesaing baru dengan produk
sejenis di wilayah pemasaran Unique Corn.
b. Menurunnya daya beli target pasar.
6.2. Kesimpulan
Unique Corn adalah produk
makanan ringan dari olahan jagung. Produk ini memberikan pilihan rasa yang
lebih banyak dari produk sejenis. Dengan rentang segmentasi yang cukup luas,
produk ini membidik target pada mahasiswa. Sehingga strategi pemasaran yang
dilakukan juga disesuaikan menjadi lebih remaja, seperti melalui media online dan
outlet yang menarik.
Baik dari segi finansial maupun dari
segi pasar, diperkirakan permintaan pasar terhadap Unique Corn akan
selalu ada. Karena itu, bisnis ini cukup menjanjikan dan layak untuk
dikembangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar